Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNMAS Denpasar

  1. a. Latar Belakang Masalah
  1. Pendahuluan

Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka keberhasilan kegiatan belajar mengajar tidak hanya ditentukan oleh faktor pengajar, melainkan sangat dipengaruhi oleh keaktifan siswa. Kurikulum baru tahun 2004 mempertegas bahwa proses pembelajaran harus berpusat pada peserta belajar, pengajar bukan sebagai satu-satunya sumber belajar atau sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator dalam pembelajaran.

Selain sumber belajar berupa perpustakaan, sekarang ini berkembang teknologi internet yang memberikan kemudahan dan keleluasaan dalam menggali ilmu pengetahuan. Melalui internet siswa dapat mengakses berbagai literatur dan referensi ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dengan cepat, sehingga dapat mempermudah proses belajarnya. Disamping itu, sekarang ini banyak juga terdapat teknologi multimedia sebagai sarana penunjang dalam pembelajaran.

 

Untuk mengatasi hal tersebut di atas, maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai pemanfaatan internet dan teknologi multimedia dalam pembelajaran.

 

 

  1. b. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar, antara lain : optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, pemenuhan koleksi buku-buku yang tersedia di perpustakaan, pemanfaatan internet sebagai sumber belajar, serta pemanfaatan sumber daya lingkungan sebagai sumber belajar.

  1. c. Batasan Masalah

Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran, namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh mahasiswa prodi Pendidikan Matematika FKIP UNMAS Denpasar

  1. d. Rumusan Masalah

Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti, maka masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apakah mahasiswa prodi Pendidikan Matematika telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
  2. Alasan apa yang memotivasi mahasiswa prodi Pendidikan Matematika memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
  3. Faktor apa sajakah yang mendukung dan menghambat mahasiswa prodi Pendidikan Matematika untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
    1. e. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

  1. Jumlah mahasiswa prodi Pendidikan Matematika yang telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
  2. Alasan yang memotivasi mahasiswa prodi Pendidikan Matematika memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
  3. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat mahasiswa prodi Pendidikan matematika memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.

 

 

  1. f. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :

  1. Bagi mahasiswa, untuk lebih meningkatkan pemanfaatan teknologi internet sebagai sumber belajar, sehingga mempercepat masa studinya.
  2. Bagi program studi, sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan program kerja yang berkaitan dengan fasilitas sumber belajar.
  3. Bagi peneliti, sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan penguasaan teknologi informasi sehingga dapat memperbaiki kemampuan dalam mengajar.
    1. g. Definisi Operasional
    2. Internet

Adalah jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat diakses dari berbagai belahan dunia secara cepat.

  1. Sumber Belajar

Segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.

  1. 4. Kajian Pustaka
    1. a. Pengertian Internet

Internet adalah kependekan dari inter-network. Secara harfiah mengandung pengertian sebagai jaringan komputer yang menghubungkan beberapa rangkaian (www.wikipedia.com). Jaringan internet juga didefinisikan sebagai jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan global (www.jurnal-kopertis4.org).   Selain kedua pengertian di atas, internet juga disebut sebagai sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dari sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (e-mail, chat), diskusi (usenet news, milis, bulletin board), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Ghoper), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), serta berbagai layanan lainnya  (www.andhika.com).

Sejalan dengan perkembangan internet, telah banyak aktivitas yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet, seperti e-Commerce, e-Banking, e-Government, e-Learning dan lainnya. Salah satu aktivitas yang berkaitan dengan proses pembelajaran adalah e-Learning. E-Learning adalah wujud penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan dalam bentuk  sekolah maya. E-Learning merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet.

  1. b. Internet dalam Kegiatan Belajar

Fred S Keller, teknolog pendidikan era tahun 1960-an mengkritik penerapan metode-metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik perharian peserta didik. Menurut dia, peserta didik harus diberi akses yang lebih luas dalam menentukan apa yang ingin mereka pelajari  sesuai minat, kebutuhan, dan kemampuannya. Dikatakannya pula bahwa guru bukanlah satu-satunya pemegang otoritas pengetahuan di kelas. Siswa harus diberi kemandirian untuk belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar (www.kompas.com).

Kekayaan informasi yang sekarang tersedia di internet  telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi para penemu sistemnya. Melalui internet dapat diakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan aktual dengan sangat cepat. Adanya internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat dalam bentuk Digital Library. Sudah banyak pengalaman tentang kemanfaatan internet dalam penelitian dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat juga dilakukan melalui internet. Tanpa teknologi internet banyak tugas akhir dan thesis atau bahkan desertasi yang mungkin membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikannya (www.jurnal-kopertis4.org).

Para akademisi merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan internet. Berbagai referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Para mahasiswa tidak lagi harus mengaduk-aduk buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Cukup memanfaatkan search engine, materi-materi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Selain menghemat tenaga dan biaya dalam mencarinya, materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up to date.

Bagi para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena dengan internet dapat : (a) meningkatkan pengetahuan, (b) berbagi sumber diantara rekan sejawat, (c) bekerjasama dengan pengajar di luar negeri, (d) kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung, (e) mengatur komunikasi secara teratur, dan (f) berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun internasional. Di samping itu para pengajar juga dapat memanfaatkan internet sebagai sumber bahan mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran atau silabus online dengan metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk mahasiswanya, serta dapat menyampaikan ide-idenya.

Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memeperluas pengetahuan, belajar berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian (www.pendidikan.net).

Dalam www.jurnal-kopertis4.org disebutkan beberapa manfaat internet bagi pendidikan di Indonesia, yaitu : akses ke perpustakaan, akses ke pakar, perkuliahan online, layanan informasi akademik, menyediakan fasilitas mesin pencari data, menyediakan fasilitas diskusi, dan fasilitas kerjasama.

 

  1. c. Pengertian Sumber Belajar

Menurut Association for Educational Communications and Technology sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sumber pembelajaran dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu :

1)       Sumber pembelajaran yang sengaja direncanakan (learning resources by design), yakni semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal; dan

2)       Sumber pembelajaran yang karena dimanfaatkan (learning resources by utilization), yakni sumber belajar yang tidak secara khusus didisain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar-salah satunya adalah media massa.

Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pengertian “dapat” di sini menekankan pada pengertian, bahwa jumlah sebenarnya penerima pesan informasi melalui media massa pada saat tertentu tidaklah esensial. Yang penting ialah “The communicator is a social organization capable or reproducing the message and sending it simultaneously to large number of people who are spartially separated”. Adapun bentuk media massa, secara garis besar, ada dua jenis, yaitu : media cetak (surat kabar dan majalah, termasuk buku-buku) dan media elektronik (televisi dan radio, termasuk internet) (http://artikel.us/mangkoes6-04-2.html).

Berdasarkan kajian pustaka di atas menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain : peningkatan kompetensi dosen, peningkatan muatan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan penilaian hasil belajar, peningkatan bekal ketrampilan mahasiswa, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penyediaan sarana belajar. Ketersediaan bahan ajar dan sarana belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Namun demikian sering kali bahan ajar yang ada di perpustakaan tidak mampu memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa, sehingga perlu memanfaatkan sumber belajar yang lain. Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan oleh mahasiswa secara mandiri adalah jaringan internet. Untuk itu, bekal ketrampilan mahasiswa khususnya dalam memanfaatkan teknologi internet sangat diperlukan.

Melalui internet, mahasiswa dapat mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan sesuai kebutuhan yang relevan dengan subjek mata kuliah.  Sehingga pemanfaatan jaringan internet sebagai sumber belajar, akan membantu mempermudah dan mempercepat penyelesaian tugas-tugas perkuliahan, termasuk penyelesaian tuga akhir.

Oleh karena itu, dosen sebagai motivator dan dinamisator dalam pembelajaran hendaknya memberi dorongan serta menciptakan kondisi agar mahasiswa dapat secara aktif menemukan ilmu pengetahuan baru melalui pemanfaatan teknologi internet.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kenakalan Remaja

2.1 Pengertian Kenakalan Remaja

Kenakalan Remaja berasal dari kata Kenakalan dan Remaja yang mempunyai pengertian sebagai berikut:

Kenakalan adalah kelainan tingkah laku, perbuatan maupun tindakan yang bersifat asosial atau bahkan anti social yang melanggar norma social dan agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

Pada umumnya usia remaja dapat dapat dikatagorikan sama dengan usia sekolah yang dapat dikelompokkan menjadi:

1. siswa yang masih ada di bangku sekolah, umur 6 sampai 18 tahun.

2. Mahasiswa/ perguruan tingi, umur 18 sampai 25 tahun.

3. Pemuda diliar lingkungan sekolah/ perguruan tinggi umur 15 sampai 30 tahun

Beberapa pengertian tentang Remaja adalah sebagai berikut:

1. Remaja adalah anak yang berumur dibawah 16 tahun (KUHP).

2. Remaja dapat digolongkan anak yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum kawin (UU No. 4 Tahun 1979).

3. Berdasarkan keputusan Mendepdigbud Nomor : 0323/V/1978, tanggal 28 Oktober 1978 tentang pola dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda sebagai berikut:

a. Secara Biologis Remaja adalah umur 12 sampai 15 tahun.

b. Secara Budaya Remaja : anak umur 13 sampai 21 tahun.

c. Angkatan Kerja/Tenaga muda : Remaja umur 18 sampai 22 tahun

d. Secara Ideologi dan Politik Pemuda: umur 18 sampai dengan 40 tahun.

Istilah kenakalan remaja sebagai terjemahan dari ”Juvenile Delequensy” yaitu suatu kelainan tingkah laku, perbuatan maupun tindakan remaja yang bersifat asosial atau bahkan anti sosial yang melanggar norma sosial dan agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

Menurut pengertian tersebut suatu kenakalan remaja mengandung tiga unsur pokok yaitu:

1. Kelainan tingkah laku, perbuatan/tindakan yang bersifat asosial atau anti sosial, melanggar norma-norma agama yang berlaku dalam masyarakat.

2. tingkah laku perbuatan tindakanyang melanggar ketentuan hukum yang berlaku, apabila dilakukan oleh orang dewasa yang normal akan disebut sebagai kejahatan dan pelanggaran.

3. Tingkah laku, perbuatan/tindakan tersebut dilakukan oleh remaja, istilah Juvenile tidak dapat disamakan dengan anak-anak, karena istilah Juvenile masih terlalu umun dan mencakup semua orang yang masih muda umurnya atau team Ager (Anak Belasan Tahun) dan akan ebih tepat disebut remaja.

2.2 Bentuk Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja merupakan gejala sosial yang hakekatnya selalu terdapat disegala jaman dan tempat walaupun bentuk, cara dan tingkatannya berbeda-beda kini di Indonesia Kenakalan Remaja menurut bentuknya dapat digolongkan kedalam dua jenis yaitu:

1. Kenakalan Remaja yang tergoong dalam pelanggaran norma social/agama contohnya:

a. Suka menentang orang tua.

b. Suka keluyuran tanpa tujuan yang jelas.

c. Pakaian yang tidak sopan.

d. Membolos sekolah.

e. Membaca buku porno.

f. Bergaul dengan orang reputasinya jelek (germo, pencuri dan sebagainya).

g. Merokok, minum-miuman keras dan lain sebagainya.

h. Menjadi pelacur dan melacur diri.

i. Memasuki tempat-tempat yang berbahaya dan sebagainya.

Penyelesaian terhadap kenakalan tersebut adalah masih cukup diserahkan kepada orang tua dan gur maupun keluarga. Namun apabila ada permintaan dari pihak keluarga atau pengaduan orang lain baru diselesaikan pihak alat negara penegak hukum. Makaperbuatan tersebut dikalangan kepolisian masih menganggap Pra Delequent karena belum melanggar hukum, sedangkan bentuk kedua baru disebut Delequent karena sudah melanggar hukum.

2. Kenakalan/ tingkah laku Remaja yang sudah melanggar hukum antara lain:

a. Ngebutmengendarai kendaraan tanpa SIM.

b. Mencuri.

c. Menipu.

d. Memeras.

e. Menggugurkan kandungan.

f. Karena salahnya mengakibatkan matinya orang lain.

g. Kejahatan narkotika dan lain-lain.

2.3 Sebab-sebab Kenakalan Remaja

Sebab-sebab kenakalan remaja pada umumnya terdiri dari 2 faktor yaitu:

1. Faktor Intern yaitu sebab-sebab yang ditimbulkan dari pribadi remaja itu sendiri seperti:

a. Cacat keturunan yaitu bersifat biologis/psikologis.

b. Pembawaan negatif, sukar dikendalikan/ diatur.

c. Keinginan pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat terpenuhi.

d. Lemahnya penahan emosi/sikap menilai terhadap masalah sekitarnya.

e. Kurang mempunyai daya kemampuan dalam penyesuaian dengan lingkungannya yang baik sehingga pelarianya ke dalam kelompok-kelompok remaja nakal.

f. Tidak mempunyai hobi yang sehat sehingga canggung dalam tingkah laku dan kehidupan sehari-hari akibatnya mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif.

g. Kurang mendalami ajaran agama sehingga daya tahan mentalnya lemah dan lain-lainnya.

h. Masa perkembangan/transisi jiwanya masih mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu hal yang bersifat negatif.

2. Faktor Ektern yaitu sebab-sebab yang berasal dari lingkungan remaja dimana ia tinggal/hidup.

a. rasa cinta dan kasih sayang atau perhatian yang kurang dari orang tua.

b. Kegagalan pendidikan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

c. Pengawasan dan pembinaan yang kurang oleh orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah.

d. Kurang pengisian waktu yang senggang dengan kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

e. Terbukanya kesempatan terhadap niat yang negatif terutama atas rujukan/ajakan kawan-kawannya.

f. Cara pendekatan oleh orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah yang dianggap masih kurang sesuai dengan jiwa perkembangan remaja.

Sebab-sebab kenakalan remaja yang berpijak dari atas faktor Intern dan Ekstern, terdapat 3 macam sebab yang dominan yaitu:

1. Mengikuti ajakan teman.

Faktor ini menunjukkan bahwa kelompok teman memang amat besar pengaruhnya terhadap tingkah laku remaja, karena anak remaja sekarang ini pada umumnya lebih mementingkan pendapat kelompok kawan daripada pendapat orang tuanya. Apa sebabnya? Mari kita adakan instropeksi diri sendiri untuk menjawab pertanyaan itu. Umumnya makin lama anak remaja makin melepaskan diridari orang tua sebagai persiapan yang wajar untuk berdiri sendiri. Dari situlah ia merasakan adanya perhatian didalam kelompok kawan-kawannya. Selain itu pada masa sekarang juga banyak timbul pertentangan degan pihak orangtua ataupun perhatian orang tua yang kurang terhadap anak. Akibatnya anak remaja banyak mendapat bantuan emosional/pendapat dari teman-temannya. Teman yang baik mengajak ia kearah perbuatan yang pototif dan produktif tetapi sebaliknya kawan yang kurang baik umumnya menyeret ia tanpa memikirkan masa depannya.

2. Usaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

Keinginan anak remaja ini dapat berupa kebutuhan pribadi yang mendesak dan umumnya terpengaruh oleh teman. Keinginan itu dapat pula terwujud, keinginan untuk memiliki / membeli sesuatu barang yang menjadi idam-idamannya yang sebetulnya bukan merupakan pokok. Bila terdapat hambatan terhadap keinginan itu, kadang-kadang ia tidak dapat menahan diri atas keinginan tersebut, maka ia terpaksa harus melakukan tindakan nekad untuk mencapai apa yang dikehendaki.

3. Pelarian dari Kesedihan

Pelarian dari kesedihan untuk anak remaja guna sekedar mencari hiburan/kelegaan dan kepuasan perasaan. Hal ini disebabkan kurang kasih sayangnya pihak orang tua dan keadaan dalam rumah tangga yang tidak menyenangkan. Sebagai contoh keadaan rumah tangga yang kurang menyenangkan bagi remaja adalah:

– Keadaan keluarga yang pecah (broken home).

– Ayah dan ibu sering tidak dirumah masing-masing selalu sibuk dengan tugasnya, sehingga tidak pernah ada waktu untuk membina anak-anaknya.

– Salah satu orang tua meninggal atau keduanya tidak ada lagi.

– Di dalam keluarga tak ada saling pengertian, selalu cekcok dan kurang memperhatikan kebutuhan anak-anaknya.

– Kurang memberikan contoh teladan yang baik terhadap putra-putrinya.

– Memanjakan anak yang berlebihan oleh orang tua.

– Orang tua dalam membagi rasa cinta kasih saying terhadap anak-anaknya kurang merata dan pilih kasih dan lain-lain.

2.4 Usaha Penanggulangannya

Telah banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja, baik yang dilaksanakan oleh keluarga, lingkungan pendidikan dan dilingkungan masyarakat, namun keberhasilannya belum memuaskan dan ternyata masih tetap terjadi kenakalan remaja.

Penanggulangan Kenaklan remaja perlu keterpaduan dalam pembinaannya antara keluarga, lembaga pendidikan. Masyarakat dan pemerintah.

2.4.1 Pencegahan

Mencegah anak jangansampai menjadi nakal/remaja yang nakal akan lebih baik dari pada menindak terhadap anaknya yang sudah terlanjur nakal. Tidak ada seorangpun yang menginginkan anaknya menjadi anak nakal, tetapi setiap manusia tentunya bercita-cita ingin hidup berbahagia dengan mendapat keturunan yang sehat, baik dan berguna bagi masyarakat, nusa Bangsa dan agama. Untuk zmenciptakan itu bukan bercita-cita saja tetapi semua harus diusahakan, yang paling pokok sekali adalah menciptakan keluarga yang harmonis dimana adanya saling pengertian antara suami dan istri.

Memang sudah tidak dapat disangkal lagi, bahwa perbedaan biologis, cara bertingkah laku, kesenangan dan lain-lain antara pria dan wanita itu berlainan, karena berbeda itulah keduanya harus saling menyesuaikan diri. Jadi pangkal tolak keluarga harus harmonis karena fungsi keluarga adalah:

1. Perlindungan dan rasa aman.

2. Pemenuhan kebutuhan rohaniah dan jasmaniah.

3. Tempat menanamkan norma.

4. Contohperbuatan, sikap dan tingkah laku yang baik menurut norma agama.

5. Melatih diri sebagi mahluk sosial.

Adapun cara mendidik/ membimbing anak agar tidak menjadi nakal antara lain:

a. Pergaulan orang tua dan anak

Situasi pergaulan antara orang tua/keluarga dengan anak, tidak sepenuhnya menjadi situasi pendidikan. Situasi pergaulan itu dapat berkembang menjadi situasi pendidikan, hanya bilamana orang tua/keluargadalam pergauan itu berusaha membantu atau membimbing anak kearah kedewasaan sesuai dengan tuntutan norma-norma yang ada dalam masyarakat didunia ini. Agar situasi pergaulan itu efektif untuk menciptakan situasi pendidikan diperlukan beberapa unsur antara lain:

1) Perasaan cinta dan kasih sayangantara orang tua kepada anak. Tanpa cinta dan kasih sayang dari keluarga/ orang tua pergaulan meruakan pergaulan biasa. Kasih sayang yang diwujudkan dalam tingkah laku si pendidik dapat menimbulkan ikatan dimana anak dengan perasaan senang menerima bantuan dan bimbingan.

2) Hati yang tulus iklas. Setiap manusia termasuk anak, sangat perasa atau sensitive terhadap rangsangan yang datang dari luar, baik rangsangan phisik maupun rangsangan sosial, oleh karena itu dalam memberi bantuan atau bimbingan tidak boleh secara paksa atau tidak wajar sehingga menimbulkan rasa tidak puas atau sikap menghindar, tetapi harus dengan hati yang tulus iklas.

3) Menimbulkan kewibawaan. Keluarga orang tua harus menimbulkan kepercayaan kepada anak bahwa sebagai orang tua mempunyai kelebihan dalam segala kedewasaan. Sehingga anak akan merasa terpanggil untuk berubah dan berkembang mencapai kedewasaan sebagaimana ditunjukkan oleh keluarga dalam segenap tingkah lakunya.

b. Beberapa cara mendidik

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang langsung diterima dari ayah dan ibu dalam lingkungan keluarga yang sehat, harmonis dan penuh kasih sayang satusama lain. Kebiasaan dan pendidikan dasar yang baik yang diletakkan/ ditanamkan dari sejak anak masih kecil, akan menjadi kekal yang sangat berguna dalam pembentukan dan pembangunan budi luhur. Dibawah ini akan ditemukan beberapa kesimpulan dari pendapat orang banyak tersebut.pendidikan harus melihat juga perkembangan dari pada anak tersebut.

2.4.2 Penindakan (Represif)

Pencegahan lebih baik dari pada penindakan, karena penindakan dilakukan apabila suda terjadi kenakalan remaja. Penindakan terhadap kenakalan remaja akan berbeda dengan kejahatan pelanggaran yang dilakukan oleh orang dewasa. Penyelesaian terhadap kenakalan remaja yang termasuk golongan pertama (tingkah laku) perbuatan asosial melanggar norma-norma agama/ sosial hakekatnya cukup diserahkan pada orang tuanya atau keluarganya. Namun apabila ada phak keluarga atau atas pengaduan pihak lain, atau atas permintaan masyarakat umum, kenakalan itu dapat diselesaikan oleh pihak negara penegak hukum. Sedang penyelsaian terhadap kenakalan remaja yang termasuk dalam golongan kedua (sudah melanggar norma hukum), menjadi wewenang alat negara penegak hukum dengan tindakan represif (penindakan) seperti penahanan, penyidikan, pengusutan, penuntutan dan keputusan pengadilan. Bagaimana peranan orang tua apabila menjumpai anaknya yang sudah nakal? Apakah nakal dalam golongan pertama, kalau masih bisa kita didik/ bina dengan baik bila tidak bisa kita serahkan pada lembaga Pemerintah/ Swasta yang bertugas membina anak-anak nakal. Tetapi apabila sudah melanggar hukum yang termasuk golongan kedua sebaiknya serahkan kepada polisi demi kebaikan anak tersebut, karena disamping membuat jera/ takut mengulangi perbuatannya lagi, pihak polri akan mempertimbangkan kelanjutan proses hukum tersebut demi masa depan anak. Misalnya dengan jalan menyerahkan pada panti Asuhan anak nakal atau mengajukan kedepan sidang pengadilan agar dibimbing di Lembaga Permasyarakatan anak-anak di Tangerang.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR`

Tujuan pembelajaran pada bab ini adalah;

1. Dapat menjelaskan pengertian pariabel dan konstanta, factor,dan suku sejenis;

2. dapat melakukan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi, dan pangkat pada bentuk aljabar;

3. Dapat menerapkan operasi hitung pada bentuk aljabar untuk menyelesaikan soal;

Kata aljabar (aljabr) diambildari judul buku hisab al jabr Wa’lMuqabalah(perhitungan denganrestorasi dan Reduksi), karya seorang ahli matematikaArab, Muhamad Al Khawarismi (780-850 M). Aljabar menjadi salah satu cabang Ilmum matematika yang sangat bermanfaat dalam ilmu ekonomi dan ilmu social lainnya. Nanti pada bab selanjutnya , kalian akan mempelajari penerapan aljabar dalam kehidupam ekonomi.

A. Bentuk Aljabar Dan Unsur-Unsurnya

Perhatikan ilustrasi berikut:

Bayak boneka rika 5 lebihnya dari boneka Desi. Jika banyak boneka Desy dinyatakan dengan x maka banyak boneka rika inyatakan dengan x +5. Jikaa boneka Desy sebanyak 4 buah maka boneka Rika sebanyak 9 buah.

Bentuk seperti (x+5) disebut bentuk aljabar.

Bentuk ajabar adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajiannya memuat hurup-hurup untuk mewakili bilangan-bilangan yang belum diketahui.

Bentuk aljabardapat dimanpaatkan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.hal-hal yang tidak diketahui seperti banyaknya bahaun bakar minyak yang dibutuhkan sebuah bis dalam tiap minggu, jarak yang ditempuh dalam waktu  ttu, atau banyaknya makanan ternak yang di butuhkan dalam 3 hari , dapat dicari dengan menggunakan aljabar.

Contoh bentuk aljabar yang lain seperti 2x, -3p, 4y+5, 2×2-3x+7,(x+1)(x-5), dan -5x(x-1)2x+3). Huruf-huruf x,p,dan y pada bentuk aljabar tersebut disebut .

Selanjutnya, pada suatu bentuk aljabar terdapat unsure-unsur aljabar, meliputi variabel, konstanta, factor, suku sejenis dan suku tak sejenis.

Agar lebih jelas mengenai unsure-unsur pada bentuk aljabar, pelajarilah uraian berikut:

1. Variabel, konstanta, dan factor

Perhatikan bentuk aljabar 5x + 3y + 8x – 6y + 9. Pada bentuk  variabr tetrsebut, huruf x dan y disebut  variabel.

Variabel adalah lambang penganti sutu bilangan yang belumdi ketahui nilainya dengan jelas.

Variabel disebut juga peubah. Variabel  biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, …,z.

Adapun bilangan Sembilan pada bentuk aljabar di atas disebut konstanta.

Konstanta adalah sukudari suatau bentuk aljabar yang berupa biangan dan  tidak memuat variabel.

Jika suatu bilangan a dapat di ubah menjadi a = p xq dengn a,p,q bilangn bulat,maka p dan q disebur faktor-faktor dari a.

Pada bentuk aljabar di atas ,5x dapat diuraikan sebagai 5x = 5 × x atau 5x = 1 ×5x. jadi, factor-faktor dari 5x adalah 1, 5,x,dan 5x.

Adapun yang dimaksud koefisien dalah faktor konstanta dari suatu suku pada bentuk aljabar.

Perhatikan koefisien masing-masing suku pada bentuk aljabar 5x +3y +8x -6y + 9 . koefisien pada suku 5x adalah 5, pada suku 3y adalah 3 pada suku 8x adalah 8 dan pada suku -6y adalah -6 .

2. Suku sejenis dan suku tak sejeni

a        suku-suku sejenis adalah suku yang memiliki pariabel dan pangkat dari masing-masing variabel yang sama

contoh :5x dan -2x, 3a2, dan a2,y dan 4y,……

a        b. suku-suku takes jenis adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari masing-masing ariabel yang tidak sama.

Contoar : 2x dan -3x2, -y dan –x3, 5x dan -2y,….

Contoh: tentukan kuefisien dari x2 dan vaktor dari masing-masing bentuk aljabar berikut.

a. 7x2

b. 3x2 + 5

c. 2x2 + 4x – 3

penyelesaian:

a. 7x2 = 7 × x × x

koefisien dari x2 adalah 7

Faktor dari 7x2 adalah 1,7,x, x2, 7x, dan 7x2

b. 3x2 +5 = 3 × x × x + 5 × 1

koevisien dari x2 adalah 3

factor dari 3x2 adalah 1, 3, x, x2, 3x, dan 3x2

factor dari 5 adalah 1 dan 5.

c. 2x2 + 4x – 3 = 2 × x × x + 4 × x -3 × 1

koefisien dari 2x2 adalah 2

Faktor dari 2x2 adalah 1, 2, x, x2, dan 2x

Koefisien dari 4x adalah 4

Faktor dari4x adalah 1, 4, x, dan 4x

Faktor dari -3 adalah -3, -1, 1, dan 3

B.  Operasi Hitung pada Bentuk Aljabar

1. Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar

Pada bentuk aljabar, operasi penjumlahan dan pengurangan hanya dapat dilakukan padasuku-suku yang sejenis.

Contoh:

Tentukan hasilpenjumlahan dan pengurangan bentuk aljabarberikut:

a. -4ax + 7ax

b. (2x2 – 3x +2) + (4x2 -5x + 1)

c. (3a2 + 5) – (4a2 – 3a + 2)

Penyelesaian:

a. -4ax + 7ax = (-4 – 7 ) ax

= 3ax

b. (2x2 – 3x +2) + (4x2 -5x + 1) = 2x2 – 3x +2 + 4x2 -5x + 1

= 2x2 + 4x2 – 3x – 5x +2 + 1

=(2 + 4)x2 +(-3 – 5) x + (2 +1) (kelompokkan suku-suku sejenis)

= 6 x2 – 8x +3

c. (3a2 + 5) – (4a2 – 3a + 2)  = 3a2 + 5 – 4a2 + 3a – 2

= 3a2 – 4a2 +3a – 2

=(3 – 4) a2 +3a + (5 – 2)

= – a2 +3a +3

2. Perkalian .

a. Perkalian suatu bilangan konstanta k dengan bentuk aljabar suku satu dan suku dua dinyatakan sebagai berikut.

k(ax) = kax:

k(ax + b) = kax +kb

contoh:

jabarkan bentukaljabar berikut,kemudian sederhanaknlah.

a. 4(p + q)

b. 5 (ax +by)

c. 3(x – 3) + 6 (7x + 1)

d. -8 (2x – y +3z)

Penyelesaian:

a. 4(p+q) = 4p + 4q

b. 5 (ax + by) = 5ax +5by

c. 3(x – 3) + 6 (7x + 1) = 3x – 6 + 42x +6

= (3 + 42) x – 6 + 6

= 45x

d. -8 (2x – y +3z)    = -16x + 8y – 24 z

b. Perkalian antara dua bentuk aljabar di nyatakan sebagai berikut:

(ax +b) (cx + d) = acx2 + (ad + bc)x + bd

(ax +b) (cx2 + dx +e) = acx3 + (ad +bc)x2 + (ae + bd) x + be

(x + b) (x – a) = x2 – a2

Contoh:

Tentukn hasilperkalian bentuk aljabar berikut dalam bentuk jumlah atau selisih.

a. (2x +3) (3x – 2)

b.(-4a + b) (4a +2b)

Penyelesaian:

a. Cara (1) dengan sifatdistributif

(2x +3) (3x – 2) = 2x (3x – 2) + 3(3x – 2)

= 6x2 – 4x + 9x – 9

= 6x2 + 5x – 6

Cara (2) dengan skema

(2x +3) (3x – 2)

= 2x × 3x + 2x × (-2) + 3 × 3x + 3 × (-2)

= 6x2 – 4x + 9x – 6

= 6x2 + 5x – 6

b. cara (1) dengan sifat distributive.

(-4a + b) (4a +2b) = -4a (4a +2b) +b ( 4a + 2b)

= – 16a2 – 8ab + 4ab + 2b2

= -16a2 – 4ab + 2b2

Cara (2) dengan skema.

(-4a + b) (4a +2b)

= (-4a) × 4a + (-4a) × 2b + b ×4b + b × 2b

= – 16a2 – 8ab+4ab + 2b2

= – 16a2 – 4ab + 2b2

3. Perkalian

Pada perpankatan bentuk aljabar suku dua, koefisien tiap suku ditentukan menurut segi di

(a  + b)0= 0

(a + b)1= a + b

(a +b)2 = a2 + 2ab + b2

(a +b)3= a3 + 3a2b + 3ab2 + b3

(a + b)4

(a + b)5

(a + b)6 dst

Contoh:

Jabarkan bentuk aljabar berikut

a. (3x + 5)2

b. (2x – 3y)2

c. (x + 3y)3

d. (a – 4)4

Penyelesaian:

a. (3x + 5)2 = 1 (3x)2 + 2 × 3x × 5 + 1 × 52

= 9x2 + 30x + 25

b. b. (2x – 3y)2= 1 (2x)2 + 2(2x) (-3y) +1 × (-3y)2

= 4x2 – 12xy + 9y2

c. (x + 3y)3 = 1 (x3) + 3 × x2 × (3y)1 + 3 × x × (3y)2 + 1 ×(3y)3

= x3 + 9x2y +27y3

d. (a – 4)4 = 1a4+ 4 × a3 ×(-4)1 + 6 × a2 × (-4)2 + 4  × a × (-4)3 +1 × (-4)4

= a4 – 16 × a3 +  6a2 × 16 + 4a × (-64) + 1 × 256

= a4 – 16a3 + 96a2 – 256a + 256

4. Pembagian

Hasil bagi dua bentuk aljabar dapat kalian peroleh dengan menentukan terlebih dahulu factor sekutu masing – masing bentuk aljabar tersebut, kemudian melakukan pembagian pada pembilng dan penyebut.

Contoh:

Sederhanakanlah pembagian bentuk aljabar berikut

a. 3xy :2y

b. 6a3b2 : 3a2b

c. (x3y : (x2y3 : xy)

d. (24p2q + 18pq2) : 3pq

Penyelesaian

a. faktor sekutu y
b. 6a3b2 : 3a2b =

=

= 2ab

c. (x3y : (x2y3 : xy) = x3y :

= x3y :

= x3y : xy = = x2

d. (24p2q + 18pq2) : 3pq =

=

= 2 (4p + 3q)

Posted in matematika | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment